
Penyembelihan hewan qurban menjadi intisari dari perayaan Idul Adha. Selain menjadi bagian dari ibadah, penyembelihan hewan qurban juga menjadi simbol kasih sayang antar umat Islam. Baik yang berqurban maupun tidak, semuanya dapat turut merasakan manfaat dari hewan sembelihan.
Islam telah mengatur ketentuan dan cara menyembelih qurban yang baik dan tidak menyakiti hewan.
Nah, bagi yang hendak melaksanakan qurban, tidak ada salahnya untuk mengetahui tata cara sembelih qurban agar dapat memastikan proses penyembelihan berjalan sesuai syariat yang telah ditentukan. Untuk lebih jelasnya, simak pembahasan lengkap seputar tata cara penyembelihan hewan qurban di bawah ini.
Adapun tata cara menyembeli hewan Qurban Menurut Syariat Islam.
Penyembeli tidak boleh dilakukan dengan cara menyakiti hewan.
Ada beberapa adab yang harus d
Menggunakan pisau tajam
Ada baiknya untuk menggunakan pisau setajam mungkin agar tidak menyakiti hewan sembelihan terlalu lama. Perintah untuk menajamkan pisau dalam proses penyembelihan pun sesuai sabda Rasulullah yang artinya:
“Sesungguhnya Allah mewajibkan berbuat ihsan (baik) dalam segala hal. Jika kalian membunuh, maka bunuhlah dengan ihsan, jika kalian menyembelih maka sembelihlah dengan ihsan. Hendaknya kalian mempertajam pisaunya dan menyenangkan sembelihannya.” (Hadis Riwayat Muslim)
Jangan mengasah pisau di hadapan hewan.
Hewan bisa saja merasa takut atau justru stres saat melihat pisau di hadapannya. Rasulullah pun memerintahkan untuk tidak mengasah pisau di hadapan hewan yang akan disembelih. Dalam riwayat lain, Rasulullah pernah menegur seseorang yang mengasah pisaunya di hadapan sembelihannya. Beliau bersabda: “Mengapa engkau tidak menajamkannya sebelumnya? Apakah engkau membuatnya mati dua kali?” (Hadis Riwayat Ath-Thabrani)
Menghadapkan hewan ke arah kiblat
Baringkan hewan ke arah kiblat dalam keadaan perutnya menyentuh tanah. Hal ini dimaksudkan agar organ dalam hewan lebih mudah dibedah.
Tata cara sembeli Qurban dengan menyebut asma allah.
Sesaat sebelum menyembelih, pastikan untuk membaca basmalah, sesuai perintah Allah dalam Surat Al-An’am ayat 121 yang artinya:
“Janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebutkan nama Allah saat menyembelihnya. Sesungguhnya perbuatan itu merupakan tindakan fasik.”
Setelah membaca basmalah, ikuti dengan mengucapkan kalimat takbir dan dibarengi dengan nama orang yang berqurban. Pelaksanaan qurban harus dibarengi niat karena Allah semata. Karenanya, selama berqurban, tidak diperkenankan membaca bacaan selain ditujukan kepada Allah, seperti salawat Rasul misalnya.
Pastikan agar bagian tenggorokan, kerongkongan, dan dua urat leher terpotong dengan sempurna.
Terputusnya tenggorokan, kerongkongan, dan dua urat leher merupakan syarat sah qurban. Adapun jika hanya dua syarat yang terpenuhi, qurban tetap dinyatakan halal dan sah.
Tidak boleh mematahkan leher sebelum hewan benar- benar mati.
Mematahkan leher hewan sebelum napasnya benar-benar habis merupakan perbuatan yang dibenci, sama halnya dengan menguliti hewan saat masih hidup.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar