By : Asrina Pulungan (1740200124)
Seringkali kita tergelincir akan nikmatnya dunia, dan secara tidak sadar menjadikannya sebagai tujuan akhir hidup. Padahal dalam Alquran, Hadis dan perkataan-perkataan ulama selalu dan selalu mewanti-wanti untuk selalu dengan sadar bahwa akhirat lah pelabuhan terakhir kita, maka dari itu kita harus mengerti rambu-rambu, agar tahu bahwa apakah detik ini diri ini sudah tidak sedang menjadi budaknya dunia.
Dalam suatu hadits disebutkan bahwa manusia bisa menjadi “budak harta” atau “budak uang” karena tamak dan rakusnya mereka dengan harta.
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
ﺗَﻌِﺲَ ﻋَﺒْﺪُ ﺍﻟﺪِّﻳْﻨَﺎﺭِ ﺗَﻌِﺲَ ﻋَﺒْﺪُ ﺍﻟﺪِّﺭْﻫَﻢِ، ﺗَﻌِﺲَ ﻋَﺒْﺪُ ﺍﻟْﺨَﻤِﻴْﺼَﺔِ ﺗَﻌِﺲَ ﻋَﺒْﺪُ ﺍﻟْﺨَﻤِﻴْﻠَﺔِ ﺇِﻥْ ﺃُﻋْﻄِﻲَ ﺭَﺿِﻲَ ﻭَﺇِﻥْ ﻟَﻢْ ﻳُﻌْﻂَ ﺳَﺨِﻂَ
“Celakalah hamba dinar, celakalah hamba dirham, celakalah hamba khamisah dan khamilah (sejenis pakaian yang terbuat dari wool/sutera). Jika diberi ia senang, tetapi jika tidak diberi ia marah”.[HR. Bukhari]
Islam sesungguhnya tidak melarang manusia menjadi kaya, namun bukan berarti terjerumus menjadi budak dunia dan melupakan kehidupan yang abadi di akhirat. Nah, karena itu kita perlu melakukan introspeksi apakah jangan-jangan kita sudah termasuk manusia yang menjadi budak dunia.
Siapapun kita pasti tidak suka disebut sebagai “budak dunia”, sebagai buktinya adalah jika ada orang yang menuduh kita dengan tuduhan “budak dunia” maka dapat dipastikan serta-merta kita akan berusaha mengutarakan argument-argument sebagai pembelaan diri.
Diantara argument tersebut adalah:
{ وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا…}
“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (keni’matan) duniawi…” (QS. Al Qashash: 77).
Tanda-tanda seseorang sudah menjadi budak dunia.
Terimakasih....
Semoga bermanfaat

Mantap
BalasHapusMantap
BalasHapusThanks infonya
BalasHapusSemangat
BalasHapusGood info
BalasHapus